NABAWI TV – Malam Nisfu Sya’ban—pertengahan bulan Sya’ban—merupakan momentum besar bagi umat Islam. Malam ini dipercaya sebagai waktu di mana Allah ﷻ melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya. Namun, terdapat dua golongan yang ampunan Allah ﷻ tidak dapat mereka raih di malam tersebut.
Dalam kajiannya, al-Habib Husein Al Kaff mengulas hadits utama tentang kemuliaan malam Nisfu Sya’ban, serta mengupas tradisi amalan yang populer di kalangan ulama.
Hadits Ampunan dan Dua Golongan Pengecualian
Habib Husein Al Kaff mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari:
Sesungguhnya Allah ﷻ memandang kepada makhluk-makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali dua golongan: Musyrik dan Musyahin.
— Hadits Riwayat Ibnu Majah dan Al-Baihaqi [01:39]
Dua golongan yang luput dari ampunan Allah ﷻ adalah:
- Musyrik (Orang yang Berbuat Syirik): Termasuk di dalamnya adalah syirkul asghar (syirik kecil), yaitu perbuatan riya’ atau beramal saleh dengan tujuan ingin dipandang dan dilihat oleh makhluk, bukan karena Allah ﷻ semata [02:50].
- Musyahin (Orang yang Bermusuhan): Yaitu orang yang memiliki kebencian, mencari-cari kesalahan, atau memutuskan tali silaturahim (qati’atur rahim) dengan sesama Muslim. Sebelum Nisfu Sya’ban tiba, kita dianjurkan untuk segera saling memaafkan dan menyambung tali silaturahim [03:38, 03:57].
Amalan Yasin Tiga Kali: Sunnah Ulama
Amalan menghidupkan malam Nisfu Sya’ban secara umum dianjurkan oleh para Tabi’in dan Imam Ahlussunnah, seperti Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal, yang memasukkannya sebagai salah satu malam dikabulkannya doa [08:03].
Adapun tradisi membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali adalah anjuran dari ulama (bukan syariat wajib dari Nabi ﷺ), yang didasarkan pada keutamaan besar Surah Yasin, di mana membaca Yasin setara dengan membaca Al-Qur’an 10 kali [11:01].
Tiga kali pembacaan Yasin ini diiringi dengan tiga niat utama, yaitu [13:50]:
- Niat Pertama: Memohon kepada Allah ﷻ agar dipanjangkan usia dalam keadaan taat kepada-Nya [14:29].
- Niat Kedua: Memohon kepada Allah ﷻ agar dijauhkan dari musibah dan diselamatkan dari segala malapetaka [14:46].
- Niat Ketiga: Memohon Husnul Khatimah dan diberikan rezeki yang melimpah dan penuh berkah [15:29, 15:37].
Habib Husein Al Kaff berpesan, daripada menyibukkan diri dalam perdebatan tentang amalan Nisfu Sya’ban, lebih baik fokus mengisi waktu malam mulia itu dengan memperbanyak ibadah, apakah itu dengan membaca Yasin, mengkhatamkan Al-Qur’an, atau salat sunnah lainnya [16:43, 17:19].
Wallahu a’lam bishawab.

