Sinergi Strategis Rabithah Alawiyah dan Pemkot Jaksel demi Kemaslahatan Umat

Kolaborasi DPW dan DPC Rabithah Alawiyah bersama Walikota Jakarta Selatan dalam menguatkan sektor dakwah, sosial, hingga kewirausahaan.

Nabawi TV
2 Menit Bacaan

NABAWI TV – Upaya memperkuat fondasi sosial dan dakwah di tengah masyarakat urban memerlukan kolaborasi yang solid antara lembaga keagamaan dan otoritas pemerintah. Pada Kamis, 23 April 2026, jajaran pengurus DPW Rabithah Alawiyah DKI Jakarta melakukan pendampingan kepada DPC Rabithah Alawiyah Jakarta Selatan dalam agenda audiensi bersama Walikota Jakarta Selatan, M. Anwar.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Walikota Jakarta Selatan ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan visi organisasi dengan program kerja pemerintah daerah. Fokus utama pembahasan mencakup berbagai sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik, mulai dari penguatan dakwah yang menyejukkan hingga peningkatan kesejahteraan melalui jalur wirausaha.

Kolaborasi Multisektoral untuk Masyarakat

Dalam audiensi tersebut, Rabithah Alawiyah menegaskan komitmennya untuk berperan aktif membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan melalui program-program kerja nyata. Kerja sama ini diharapkan mampu menyentuh lima pilar utama, yaitu:

  • Bidang Dakwah: Menyiarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan menyatukan umat.
  • Sosial & Kesejahteraan: Memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
  • Pendidikan: Meningkatkan kualitas SDM melalui literasi keislaman dan pengetahuan umum.
  • Kewirausahaan: Mendorong kemandirian ekonomi umat melalui pemberdayaan UMKM.

Membangun Hubungan Harmonis

Pihak Walikota Jakarta Selatan, M. Anwar, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah positif dalam membangun wilayah yang lebih religius dan sejahtera. Kehadiran organisasi seperti Rabithah Alawiyah dianggap sebagai mitra strategis yang memiliki akar kuat di masyarakat, khususnya dalam menjaga tradisi keilmuan dan akhlak sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang berkesinambungan antara para habaib, ulama, dan umara. Hubungan yang harmonis antara pemimpin pemerintahan dan lembaga keagamaan adalah kunci utama terciptanya stabilitas sosial dan kemajuan peradaban di tingkat lokal maupun nasional.

Wallahu a’lam bishawab.

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar