Pengajian FUHAB Jakarta Utara: Persatuan Ulama dan Umara

Laporan pengajian akbar yang digelar oleh FUHAB (Forum Ukhuwah Habaib dan Ulama) Jakarta Utara bersama Pemkot, menggaungkan pentingnya persatuan.

Nabawi TV
4 Menit Bacaan

Jakarta Utara tidak hanya dikenal sebagai kawasan pesisir yang sibuk, namun juga memiliki denyut nadi keagamaan yang kuat. Baru-baru ini, sebuah inisiasi luar biasa digelar oleh Forum Ulama Habaib (FUHAB) DKI Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara. Bertajuk “Pengajian Bulanan dan Doa Bersama untuk Negeri”, acara ini menjadi bukti nyata harmonisnya hubungan antara Ulama (tokoh agama) dan Umara (pemerintah).

Acara yang berlangsung khidmat di Kantor Walikota Jakarta Utara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting. Mulai dari jajaran pejabat Pemkot, TNI/Polri, Ketua MUI, NU, Muhammadiyah, hingga ormas-ormas Islam lainnya. Kehadiran para tokoh ini menyiratkan pesan kuat: Jakarta Utara Siap Bersatu untuk Indonesia yang Lebih Berkah.

Sinergi 3S: Senyum, Salam, Sapa ala Rasulullah ﷺ

Dalam tausiyahnya yang menyejukkan, Al-Habib Hamid bin Ja’far Al-Qadri menyoroti slogan pelayanan Pemkot Jakarta Utara yang dikenal dengan “3S” (Senyum, Salam, Sapa). Beliau menegaskan bahwa prinsip ini sejatinya adalah ajaran murni dari Baginda Nabi Muhammad ﷺ.

Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Tasaddaq walau an talqo akhoka biwajhin tholiq’ (Bersedekahlah engkau, meskipun hanya dengan wajah yang berseri-seri/tersenyum kepada saudaramu). [34:26]

Habib Hamid mengingatkan bahwa tugas manusia sebagai Khalifah fil Ardh adalah memakmurkan bumi (Al-Imarah), bukan merusaknya. Dan kemakmuran itu hanya bisa dicapai jika ada rasa kasih sayang dan pelayanan tulus, baik dari aparat pemerintah kepada masyarakat, maupun antar sesama warga.

Persatuan: Obat Paling Mujarab Menghadapi Provokasi

Pesan persatuan menjadi benang merah utama dalam pengajian ini. Habib Hamid menceritakan kisah di masa Rasulullah ﷺ, di mana kaum Yahudi pernah mencoba mengadu domba suku Aus dan Khazraj dengan mengungkit masa lalu mereka. Namun, Nabi ﷺ dengan tegas meredamnya:

“Abidahawa al-Jahiliyah wa ana baina azhurikum?” (Apakah kalian akan kembali ke seruan Jahiliyah, padahal aku masih ada di tengah-tengah kalian?)

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP FUHAB Jakarta, KH. Luthfi Zawawi, juga menegaskan komitmen para ulama untuk menjaga Jakarta dari upaya pecah belah.

Kita sudah sepakat, apapun ormasnya, kalau mereka hanya untuk menghancurkan nilai-nilai ukhuwah dan memecah belah umat, maka kita yang akan hadapi mereka semuanya! [54:49]

Pernyataan tegas ini diaminkan oleh seluruh hadirin, menandakan soliditas yang kokoh antara elemen masyarakat Jakarta Utara.

Jakarta Al-Munawwarah: Visi Besar untuk Ibu Kota

Dalam sambutannya, Kiai Lutfi juga membocorkan sebuah gagasan besar dari Pj Gubernur DKI Jakarta. Ke depan, pengajian silaturahmi antara Ulama dan Umara tidak hanya berhenti di tingkat kecamatan atau kota, tetapi akan dilaksanakan di tingkat provinsi dengan nama majelis yang indah: Majelis Silaturahim Jakarta Al-Munawwarah.

Harapannya, Jakarta tidak hanya maju sebagai kota global dan pusat ekonomi, tetapi juga “bercahaya” dengan akhlak mulia warganya.

Jakarta harus menjadi kota yang berakhlakul karimah. Kalau tadi menurut Habib Hamid, mudah-mudahan besok Jakarta menjadi kota umatnya Rasulullah ﷺ.” [58:40]

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh-tokoh ulama, memohon agar negeri ini, khususnya Jakarta Utara, senantiasa dilimpahi keberkahan, keamanan, dan dijauhkan dari segala bala bencana.

Momentum duduk bersamanya Ulama dan Umara seperti ini adalah “oase” yang sangat dirindukan masyarakat. Ketika pemimpin dan ulama bersatu, insyaallah keberkahan akan turun dari langit dan bumi.

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar