NABAWI TV – Wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah ﷺ bukanlah perintah shalat atau puasa, melainkan perintah untuk “membaca”. Namun, objek bacaan tersebut bukan hanya aksara, melainkan fenomena kehidupan.
Habib Muhsin Idrus Alhamid mengajak kita untuk memperluas definisi “membaca”:
“Bacalah…Bacalah kehidupan ini. Lihat semua yang ada di dalam dirimu. Lihatlah kehidupan di langit dan alam di sekitarmu.
Bacalah ayat-ayat kehidupan dengan nama Tuhan-mu. Dialah Tuhan yang memiliki segala kekuasaan, memiliki nama-nama indah. Bacalah dengan menyebut nama-Nya. Engkau pasti bisa memahami perintah membaca.”
Membaca Ayat Kauniyah
Pesan ini mengingatkan kita pada esensi Iqra Bismi Rabbik. Membaca alam semesta (makrokosmos) dan diri sendiri (mikrokosmos) dengan landasan nama Allah adalah kunci ma’rifat. Segala peristiwa adalah “ayat” (tanda) yang jika dibaca dengan mata hati, akan mengantarkan kita pada pengakuan akan kebesaran-Nya.
Allah SWT berfirman mengenai perintah agung ini:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” —QS. Al-Alaq: 1
Wallahu a’lam bishawab.

