NABAWI TV – Seringkali kita memandang doa hanya sebatas permintaan, melupakan bahwa doa sejatinya adalah sarana intimasi (qurb) paling agung antara hamba dan Sang Pencipta.
Berikut adalah renungan dari Habib Muhsin Idrus Alhamid:
“Allah berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, akan Aku kabulkan.’ Pikirkan tawaran kasih sayang dan uluran tangan Allah.
Allah juga berfirman, ‘Aku dekat dan mengabulkan doa apabila ada yang berdoa kepada-Ku.’ Pernahkah kita merasakan dekatnya Allah? Pernahkah kita meneteskan air mata bahagia saat dekat dengan-Nya?
Mintalah, berdoalah. Ya Allah, jangan jauhkan aku dari-Mu walau sekejap. Engkaulah Tuhan-ku… nikmatnya.”
Tawaran Kasih Sayang
Habib Muhsin mengajak kita merenungi “tawaran” Allah. Doa adalah bukti ketergantungan mutlak hamba yang mendatangkan ketenangan batin. Tangisan dalam doa bukanlah tanda kelemahan, melainkan puncak kebahagiaan spiritual saat hijab hati terbuka merasakan kehadiran-Nya.
Hal ini selaras dengan janji Allah SWT:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” —QS. Al-Baqarah: 186
Wallahu a’lam bishawab.

