#6 Status WA Habib Muhsin: Hidup Tak Ada yang Sempurna, Lalu Kepada Siapa Kita Berkaca?

Menerima fitrah kekurangan dan meneladani Sang Insan Kamil.

Nabawi TV
1 Menit Bacaan

NABAWI TV – Kekecewaan seringkali muncul karena kita menuntut kesempurnaan dari dunia yang fana. Padahal, cacat dan kurang adalah sifat bawaan makhluk, dan kesempurnaan mutlak hanyalah milik Allah.

Habib Muhsin Idrus Alhamid memberikan nasihat bijak agar kita tidak terjebak dalam ekspektasi yang salah:

“Dalam hidup ini tidak ada yang sempurna. Selalu ada kekurangan dan penyimpangan. Semua yang bisa salah pasti akan pernah bersalah. Yang sempurna hanyalah Allah. Karena itu, taati perintah dan larangan-Nya… Ingat selalu akan keterbatasan dan kekurangan manusia.

Nabi adalah contoh manusia yang Allah sempurnakan. Nabi belajar dan dididik langsung oleh Allah. Kita tinggal mencontoh sehingga kita akan mendekati kesempurnaan.”

Meneladani Al-Insan Al-Kamil

Kesadaran akan ketidaksempurnaan seharusnya tidak membuat kita pesimis, melainkan tawadhu. Satu-satunya jalan untuk “memperbaiki” kualitas diri di tengah keterbatasan manusiawi bukanlah dengan teori logika semata, melainkan menjiplak jejak langkah Rasulullah ﷺ. Beliau adalah Al-Insan Al-Kamil (manusia sempurna) yang dididik langsung oleh Rabb-nya untuk menjadi standar moralitas.

Allah SWT menegaskan posisi Rasulullah sebagai satu-satunya barometer:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” —QS. Al-Ahzab: 21

Wallahu a’lam bishawab.

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar