#2 Status WA Habib Muhsin: Mengapa Orang Dekat dengan Allah Justru Hidup Menderita?

Memaknai ujian sebagai sapaan kasih sayang Ilahi.

Nabawi TV
2 Menit Bacaan

NABAWI TV – Seringkali kita bertanya, mengapa orang-orang saleh justru hidupnya penuh dengan ujian berat? Habib Muhsin Idrus Alhamid memberikan perspektif mendalam bahwa penderitaan duniawi bagi kekasih Allah bukanlah hukuman, melainkan bentuk “sapaan” mesra dari-Nya.

Berikut renungan beliau mengenai hakikat ujian:

“Orang-orang yang dekat dengan Tuhan-nya akan mengalami derita seakan-akan tanpa henti. Derita sakit, musibah, cacian, kedengkian, dan dimusuhi. Itu semua adalah cara Allah menyapa hamba-Nya.

Hamba Allah menjadi gelisah dan tidak nyaman lagi hidup di dunia. Saat ruhnya dicabut, si hamba menjadi merdeka di alam yang baru, bebas derita, alam kenikmatan sejati.

Mereka yang terlatih beribadah akan merasakan nikmatnya. Seandainya boleh hidup lagi, dia akan tekun shalat dan bersikap sabar.”

Derita sebagai Pembebas Jiwa

Habib Muhsin menjelaskan bahwa ketidaknyamanan di dunia sengaja Allah ciptakan agar hati hamba-Nya tidak tertambat pada fana-nya bumi. Ujian yang datang bertubi-tubi—baik fisik maupun batin—adalah proses pembersihan agar saat ruh dicabut, ia benar-benar merdeka menuju alam kenikmatan sejati tanpa beban dosa.

Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah ﷺ ketika ditanya siapa yang paling berat ujiannya:

أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ

“Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian yang paling mirip dengan mereka (derajatnya), kemudian yang paling mirip lagi.” —HR. Tirmidzi.

Wallahu a’lam bishawab.

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar