- Pendahuluan: Al-Qur’an, Kompas Kehidupan yang Mengangkat Derajat
- 13 Keutamaan Membaca dan Menghafal Al-Qur’an
- 1. Perdagangan yang Tak Pernah Rugi
- 2. Sebaik-baik Umat
- 3. Dua Golongan Pembaca (Mahir dan Terbata-Bata)
- 4. Perumpamaan yang Indah (Buah Utrujjah)
- 5. Al-Qur’an sebagai Pengangkat Derajat
- 6. Al-Qur’an sebagai Syafaat di Hari Kiamat
- 7. Sumber Ghibthah (Iri yang Terpuji)
- 8. Setiap Huruf Bernilai Sepuluh Pahala
- 9. Diberi Lebih Baik dari Permintaan Doa
- 10. Hati Terjaga dari Kehancuran (Bukan Rumah Kosong)
- 11. Kemuliaan Derajat Penghafal di Surga
- 12. Mahkota Cahaya untuk Orang Tua
- 13. Hati yang Menghimpun Al-Qur’an Tidak Akan Diazab
- Penutup: Mengikuti Jejak Ahlul Qur’an
Pendahuluan: Al-Qur’an, Kompas Kehidupan yang Mengangkat Derajat
Al-Qur’an adalah cahaya yang tidak pernah padam, keajaiban yang tak tertandingi, dan tali penghubung antara langit dan bumi. Ia bukan hanya sekadar bacaan, tetapi Kompas kehidupan, penuntun hati, dan pengangkat derajat bagi yang mencintainya.
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya At-Tibyan menyebutkan berbagai keutamaan besar bagi mereka yang menyibukkan diri dengan membaca, mengajarkan, dan menghafal Al-Qur’an.
13 Keutamaan Membaca dan Menghafal Al-Qur’an
1. Perdagangan yang Tak Pernah Rugi
Orang yang menyibukkan diri dengan Al-Qur’an sedang berada dalam transaksi terbaik dengan Allah SWT, yang menjamin pahala yang sempurna dan karunia yang berlimpah.
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ * لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah… mereka itulah yang mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.” — Q.S Fathir: 29-30
2. Sebaik-baik Umat
Tidak ada amal yang menyamai kedudukan orang yang menyibukkan dirinya dengan Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” — HR. al-Bukhari
3. Dua Golongan Pembaca (Mahir dan Terbata-Bata)
Rasulullah ﷺ menjamin pahala besar bagi pembaca Al-Qur’an, terlepas dari tingkat kemahirannya:
الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
“Orang yang membaca Al-Qur’an dan mahir di dalamnya, maka ia bersama para malaikat yang mulia dan taat; sedangkan orang yang membaca dengan terbata-bata… ia mendapatkan dua pahala.” — HR. al-Bukhari dan Muslim
4. Perumpamaan yang Indah (Buah Utrujjah)
Keimanan yang dibalut dengan Al-Qur’an adalah kesempurnaan lahir dan batin. Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan indah untuk membedakan kualitas pembaca Al-Qur’an:
| Perumpamaan | Aroma | Rasa | Makna |
| Mukmin Pembaca (Utrujjah) | Harum | Lezat | Iman dan Amal lahir batin sempurna |
| Mukmin Tidak Membaca (Kurma) | Tidak Beraroma | Manis | Iman ada, namun kurang pahala sunnah |
| Munafik Pembaca (Raihanah) | Harum | Pahit | Lisan beramal, hati busuk dan tidak beriman |
| Munafik Tidak Membaca (Hanzhalah) | Tidak Beraroma | Pahit | Tidak ada kebaikan sama sekali |
5. Al-Qur’an sebagai Pengangkat Derajat
Sesungguhnya Allah meninggikan derajat suatu kaum dengan (Al-Qur’an) ini, dan merendahkan yang lain dengannya. — HR. Muslim
6. Al-Qur’an sebagai Syafaat di Hari Kiamat
Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari Kiamat memberi syafaat bagi para pembacanya. — HR. Muslim
7. Sumber Ghibthah (Iri yang Terpuji)
Rasa iri (yang terpuji) hanya dibenarkan terhadap dua hal, salah satunya adalah orang yang dianugerahi oleh Allah Al-Qur’an, lalu ia membacanya dan mengamalkannya di waktu malam dan siang.
8. Setiap Huruf Bernilai Sepuluh Pahala
Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. — HR. at-Turmudzi
9. Diberi Lebih Baik dari Permintaan Doa
Barang siapa yang disibukkan oleh (membaca) Al-Qur’an dan mengingat-Ku hingga tidak sempat berdoa dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya sesuatu yang lebih utama daripada apa yang Kuberikan kepada para peminta. — HR. at-Turmudzi
10. Hati Terjaga dari Kehancuran (Bukan Rumah Kosong)
Sesungguhnya orang yang di dalam hatinya tidak ada sedikit pun dari Al-Qur’an, bagaikan rumah yang hancur. — HR. at-Turmudzi
11. Kemuliaan Derajat Penghafal di Surga
Akan dikatakan kepada orang yang bersahabat dengan Al-Qur’an: “Bacalah (Al-Qur’an), dan naiklah (ke derajat-derajat surga), serta bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu (di surga) berada pada ayat terakhir yang engkau baca.” — HR. Abu Dawud
12. Mahkota Cahaya untuk Orang Tua
Barang siapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isi kandungannya, maka Allah akan mengenakan kepada kedua orang tuanya mahkota pada hari kiamat, yang cahayanya lebih indah daripada sinar matahari yang menyinari rumah-rumah di dunia. — HR. Abu Dawud
13. Hati yang Menghimpun Al-Qur’an Tidak Akan Diazab
Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa hati yang telah menghimpun Al-Qur’an. Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah jamuan (hidangan) Allah. Maka siapa yang memasukinya berarti ia berada dalam keamanan. — HR ad-Darimi
Penutup: Mengikuti Jejak Ahlul Qur’an
Inilah keagungan para Ahlul Qur’an—pembawa, penghafal, dan pengamal Kalamullah. Dengan meneladani para salaf yang menyibukkan diri dengan Al-Qur’an, kita berharap dapat meraih kemuliaan yang dijanjikan, sebab keutamaan membaca Al-Qur’an melebihi segala jenis dzikir dan amalan sunnah lainnya.

