Drama Air Panas dan Pagar Gaib: Arie K. Untung Ungkap Perjuangan Hijrah Hingga Istri Berhijab

Arie K. Untung berbagi kisah roller coaster hijrah dari "Imam ngegas" yang dijauhi teman hingga momen ajaib di rumah sakit yang meluluhkan hati istrinya, Fenita Arie, dan menjadi jalan rezeki tak terduga.

Nabawi TV
6 Menit Bacaan

NABAWI TV – Perjalanan hijrah seorang publik figur selalu menjadi sorotan, namun jarang yang mengungkap perjuangan batin dan tantangan rumah tangga di baliknya. Aktor dan presenter Arie K. Untung, dalam kisahnya, menceritakan bagaimana ia beralih dari seorang host populer menjadi “tukang ojek” (kurir) dakwah. Perjalanan ini menuntutnya menghadapi hijrah face yang keras dan godaan kembali ke zona nyaman, hingga akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala menunjukkan pertolongan-Nya melalui cara-cara yang ajaib, termasuk insiden tumpahan air panas yang mengubah segalanya.

Fase Hijrah Face: Dari People Pleaser Menjadi “Imam Ngegas”

Arie K. Untung mengakui bahwa di awal hijrahnya, ia mengalami fase yang ia sebut sebagai “Imam ngegas” [11:11]. Setelah melalui momen-momen reflektif, terutama setelah melihat beberapa rekannya di grup komedi meninggal dunia [02:41], ia mulai mendalami agama dengan semangat tinggi, namun minim adab.

Dampak dari “Ngegas” (Komunikasi yang Salah):

  • Dijauhi Teman: Arie K. Untung dijauhi teman-teman artisnya. Ketika ia datang ke perkumpulan, ada yang memberi kabar, “Ada Ari, ada Ari, bubar,” [05:04] karena khawatir dengan kritikan tajamnya.
  • Dibuli Istri: Istrinya, Fenita Arie, yang saat itu berada di puncak karier sebagai host dengan rambut terbaik, sempat mem-bully-nya di media sosial. Fenita bahkan pernah menulis: “Apa hijrah-hijrah lebay,” [12:52] yang sangat menyakitkan ego Arie sebagai “Imam”.

Momen ini menjadi titik balik. Arie sadar bahwa ia tak bisa memaksa perubahan pada orang lain, terutama istrinya, jika dirinya sendiri belum sepenuhnya lurus. Ia pun mulai mempraktikkan perbaikan diri dan memohon kepada Allah agar hati istrinya dibukakan.

Mau pasangannya Saleh atau Salehah, kamunya sudah Saleh belum? [15:10]
— Pertanyaan yang muncul dalam hati Arie.

Drama Air Panas dan Hijab yang Terlepas

Puncak dari perjuangan batin ini terjadi menjelang akhir tahun 2017. Arie yang saat itu sedang berada di kondisi ekonomi terpuruk dan sangat ingin istrinya berhijab (namun Fenita menolak keras), dikejutkan oleh insiden di rumah sakit.

  1. Air Panas Murni: Fenita Arie tersiram air panas murni saat membuat kopi, yang menyebabkan luka bakar tingkat tinggi di paha. Kulitnya melepuh dan harus dikupas berkali-kali tanpa dibius total [19:39].
  2. Hempasan Hijab: Sebelumnya, Fenita sempat membeli hijab diam-diam, namun ia urungkan karena merasa “jelek” dan “tua” saat mencobanya. Ia baru saja “menghempaskan” hijab itu beberapa jam sebelum kecelakaan [21:03].
  3. Kesadaran di Rumah Sakit: Saat proses pengobatan yang sangat menyakitkan (dikupas tanpa bius), Fenita teringat insiden hijab yang ia urungkan.

Ya Allah, saya baru hempasin itu hijab, kok udah disuruh nyicipin ini (rasa sakit). Gimana dicelup di neraka ya Allah? [21:03]

Di rumah sakit, Fenita berubah total. Ia mulai meminta Arie untuk membawakan link-link kajian agama yang dulu selalu ia bantah [22:37]. Momen ini seperti “Allah bikin slide” (memperlihatkan kuasa-Nya) di mana kasus-kasus yang diceritakan Arie tiba-tiba muncul di berita TV rumah sakit [23:20].

Rezeki Tak Terduga dan Formula Wanaj’alu Laka Makhraja

Setelah keluar dari rumah sakit, Fenita memutuskan untuk resain dari acara gossip yang telah ia pandu selama 9 tahun [23:46]. Momen resign ini diikuti dengan momen ajaib di Bandung, ketika Fenita Arie keluar kamar dan sudah menggunakan hijab [25:03].

Keluarga Arie K. Untung saat itu berada di titik terendah ekonomi, sebab pendapatan istri hilang dan Arie sendiri tidak punya pekerjaan tetap. Mereka berhadapan langsung dengan hadits qudsi:

Wanaj’alu laka makhraja. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena-Ku, maka Aku akan gantikan dengan sesuatu yang lebih indah dari apa yang pernah dia bayangkan. — Hadits qudsi [29:44]

Allah segera menunjukkan janji-Nya:

  • Kontrak Iklan yang Diperpanjang: Dua kontrak iklan keluarga diperpanjang tanpa perlu syuting baru; hanya perlu tanda tangan, dan rezeki satu tahun dijamin [30:37].
  • Kiriman Endorse Massal: Sekembalinya dari refreshing di Malaysia/Singapura, rumah mereka dipenuhi tumpukan kiriman dari brand-brand hijab dan busana Muslim [27:53]. Fenita yang sebelumnya kehilangan pekerjaan, tiba-tiba dipeluk oleh komunitas baru yang belum ia kenal (dipeluk online), dan rezeki datang melalui jalur endorsement [28:14].

Dinamika Dakwah dan Menjaga Tawazun

Arie kini aktif di komunitas pengajian Musyawarah, namun ia sempat mengalami dinamika berat di dunia dakwah.

Tantangan di Dunia Dakwah

  • Banyaknya Bendera: Ia kaget melihat sesama Ahlus Sunnah memiliki banyak “bendera” dan mudah saling menyerang [37:39].
  • Penyebab Keributan: Mengutip Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf, Arie menekankan bahwa orang tidak akan bertengkar karena perbedaan pendapat kecuali karena ada “dunia” yang dilihat dari perbedaan tersebut (misalnya, rebutan crowd atau amplop) [42:45].

Arie mengatasi hal ini dengan prinsip Tawazun (keseimbangan) dan Masabodo (tidak peduli), selama Allah rida:

Kalau Allah Rida yang lain masa bodoh… kalau ada orang pengin ke Allah lewat orang lain, ya kenapa enggak? Itu juga [mendapat pahala] sama. [46:07]

Ia juga menjelaskan bahwa kajian bagi artis baru diupayakan bersifat privat [49:20]. Ini dilakukan bukan karena sombong, melainkan demi menjaga kenyamanan para peserta yang baru memulai hijrah, agar mereka tidak “kapok” karena menjadi sasaran foto dan liputan media.

Wallahu a’lam bishawab.

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar