NABAWI TV – Kehadiran ulama besar asal India, Syaikh Ibrohim Al Kholil Al Bukhori, di studio Nabawi TV menjadi momen istimewa yang sarat akan ilmu. Dalam wawancara eksklusif ini, beliau tidak hanya sekadar menyapa umat Islam di Indonesia, tetapi juga memberikan peta jalan (roadmap) yang jelas untuk menavigasi tantangan zaman yang kian kompleks.
Salah satu fokus utama yang beliau sampaikan adalah tentang bagaimana menjaga akidah dan stabilitas umat di tengah gempuran ideologi-ideologi yang memecah belah.
Bahaya Pemikiran Ekstrem (Afkar Mutatharrifah)
Di tengah perbincangan, Syaikh Ibrohim menyoroti fenomena munculnya pemikiran-pemikiran ekstrem atau dalam bahasa beliau disebut sebagai afkar mutatharrifah (04:35). Pemikiran seperti ini seringkali menjadi benih perpecahan di tubuh umat Islam.
Beliau menekankan bahwa ideologi yang cenderung keras dan menyimpang dari jalur moderasi (wasathiyah) dapat menggerus nilai-nilai persaudaraan. Tantangan ini bukan hanya milik satu negara, namun menjadi isu global yang harus dihadapi dengan ilmu dan kebijaksanaan.
Kembali ke Manhaj Sahabat Nabi
Lantas, apa solusi (makhraj) dari permasalahan tersebut? Syaikh Ibrohim dengan tegas mengingatkan kita untuk kembali kepada pegangan yang paling orisinil, yakni jalan yang ditempuh oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya.
Beliau menyebutkan pentingnya mengikuti Sunnah wal Jamaah dan jalan para Sahabat (06:00). Inilah benteng terkuat. Mengikuti jejak para sahabat bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan metode beragama yang paling selamat karena mereka adalah generasi yang langsung dididik oleh Nabi ﷺ.
Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah ﷺ yang memerintahkan umatnya untuk berpegang teguh pada sunnah beliau dan sunnah para khulafaur rasyidin ketika terjadi perselisihan:
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
“Maka wajib bagi kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham kalian.” — HR. Abu Daud dan Tirmidzi.
Ketaatan Membawa Keberkahan
Poin penting lainnya yang disinggung oleh Syaikh Ibrohim adalah konsep ketaatan atau at-tha’ah (08:29). Dalam konteks kehidupan berbangsa dan beragama, ketaatan kepada kepemimpinan yang sah dan ulama yang lurus adalah kunci stabilitas.
Tanpa adanya ketaatan dan kedisiplinan dalam barisan (jamaah), umat akan mudah diombang-ambingkan oleh isu-isu liar yang tidak bertanggung jawab. Berikut adalah rangkuman nasihat beliau:
- Waspada Ekstremisme: Jauhi pemikiran mutatharrifah yang radikal dan merusak citra Islam.
- Pegang Teguh Aswaja: Manhaj Ahlussunnah wal Jamaah adalah jalan keselamatan yang diwariskan turun-temurun.
- Jaga Persatuan: Umat Islam di Indonesia dan India memiliki ikatan persaudaraan yang kuat dan harus terus dijaga.
Kunjungan Syaikh Ibrohim ini menjadi pengingat bahwa meskipun jarak geografis memisahkan, tantangan dan solusi bagi umat Islam sejatinya tetap satu: Ilmu yang bersanad dan akhlak yang mulia.
Wallahu a’lam bishawab.

