Viral Karomah Wali: Ustadz Ajir Ubaidillah Ungkap Bahaya Mencaci

Karomah wali sering jadi bahan caci maki di media sosial. Ustadz Ajir jelaskan Framework Bidayah-Nihayah dan tegaskan ancaman Allah ﷻ bagi yang mengganggu kekasih-Nya.

Nabawi TV
3 Menit Bacaan

NABAWI TV – Cerita tentang karamah seorang wali, seperti kemampuan Mi’raj dalam semalam, terbang, atau hal-hal luar biasa (khawariqul ‘adat) lainnya, sering menjadi viral di media sosial. Sayangnya, fenomena ini tidak jarang justru memicu caci maki dan tuduhan khurafat (takhayul) dari sebagian kalangan.

Menanggapi polemik ini, Ustadz Ajir Ubaidillah dalam program Towards Unity Nabawi TV mengingatkan umat tentang risiko besar yang dihadapi jika menghina kekasih Allah ﷻ.

Wali Allah dan Ancaman Perang

Ustadz Ajir mengingatkan bahwa dasar keimanan pada wali dan karamahnya bersumber dari Hadits Qudsi Riwayat Bukhari, di mana Allah ﷻ berfirman:

Barang siapa mengganggu waliku atau kekasihku, maka sungguh dia telah menantangku berperang. [03:51]

Status Wali Allah dicapai melalui konsistensi dalam melaksanakan ibadah fardhu, diikuti dengan amal-amal sunnah. Karomah adalah buah dari ketaatan tersebut. Oleh karena itu, bagi ulama seperti Imam Syafi’i, mengukur keabsahan karamah tidak bisa hanya dari keajaiban yang nampak.

Bahkan jika kalian melihat seseorang berjalan di atas air atau terbang di atas udara, maka janganlah kalian terperdaya olehnya hingga kalian menimbang perkataannya di atas Al-Qur’an dan Sunnah. [04:46]

Kunci Memahami: Framework Bidayah wa Nihayah

Polemik terjadi karena orang awam gagal memisahkan antara proses dan hasil. Ustadz Ajir memperkenalkan Framework Bidayah wa Nihayah sebagai cara bijak menyikapi kisah keramat [11:49]:

  1. Bidayah (Permulaan/Proses): Ini adalah biografi seorang wali, proses mencari ilmu, adab, zuhud, dan istiqamah ibadahnya. Ini adalah bagian yang wajib dicontoh. [11:58]
  2. Nihayah (Akhir/Hasil): Ini adalah karamah itu sendiri (keajaiban). Ini adalah hasil akhir yang tidak bisa dicontoh. [12:32]

Ketika penceramah hanya mengobral Nihayah tanpa menjelaskan Bidayah-nya, kisah karamah itu hanya akan menjadi khayalan bagi orang beriman yang lemah, atau bahan caci maki bagi yang minim wawasan.

Karomah: Pondasi Ahlussunnah wal Jamaah

Ustadz Ajir menegaskan bahwa kepercayaan terhadap karamah wali bukanlah ajaran yang menyimpang, melainkan pondasi utama Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Beliau mengutip pandangan ulama rujukan yang sering diterima oleh kelompok yang skeptis:

Di antara pondasi Ahli Sunah Wal Jamaah adalah mempercayai karamah para Wali dan apa yang dijalankan oleh Allah melalui tangan-tangan mereka… Hal-hal semacam ini akan selalu ada hingga hari kiamat.
Syekh Ibnu Taimiyah (Dalam Aqidah al-Wasithiyah) [23:43,25:36]

Menafikan khawariqul ‘adat (hal-hal di luar nalar) adalah berbahaya. Sikap skeptis ini dapat membentuk masyarakat yang tidak siap menghadapi fitnah akhir zaman, terutama ketika Dajjal datang dan menunjukkan kemampuan luar biasa (seperti mendatangkan hujan atau menghidupkan orang mati) [58:14].

Intinya, perbanyaklah kisah keteladanan (Bidayah) dari para Aulia, dan bukan hanya kekeramatan (Nihayah). Jadikanlah kisah para wali sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas keimanan kita, bukan sebagai bahan tertawaan atau perpecahan.

Wallahu a’lam bishawab.

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar