Surah Ad-Dhuha dan Janji Allah: Mengapa Qasidah Ini Begitu Menyentuh Hati?

Keindahan Qasidah Qoro'na Fi Dhuha yang melukiskan kesempurnaan fisik dan akhlak Rasulullah ﷺ.

Nabawi TV
3 Menit Bacaan

NABAWI TV – Pernahkah Anda merasa begitu dekat dengan Rasulullah ﷺ hanya dengan mendengar lantunan syair? Salah satu qasidah yang mampu menggetarkan hati para pecinta Nabi adalah Qoro’na Fi Dhuha. Qasidah ini bukan sekadar susunan kata indah, melainkan tafsir puitis atas janji Allah dalam Surah Ad-Dhuha.

Dibawakan dengan syahdu oleh Muhammad Qalbi, syair ini menyoroti ayat wa lasaufa yu’thika rabbuka fatardha (Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas). Bagi para pencinta, ayat ini adalah kabar gembira bahwa Rasulullah ﷺ tidak akan ridha jika ada umatnya yang menderita.

Kesempurnaan Tanpa Cacat

Inti dari qasidah ini bersumber dari bait-bait masyhur karya Hassan bin Tsabit RA (Penyair Rasulullah) yang melukiskan ketampanan Nabi ﷺ yang tiada tara. Oleh para ulama pecinta Nabi di masa setelahnya, syair suci tersebut dirangkai dengan tafsir puitis Surah Ad-Dhuha sebagai pembuka, menjadikannya satu kesatuan komposisi yang utuh dan menggetarkan hati.

Bait-bait Hassan bin Tsabit di dalamnya menegaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ diciptakan dengan kesempurnaan mutlak, seolah-olah beliau sendirilah yang “memesan” bentuk kejadiannya kepada Allah SWT. Ini adalah majas hiperbola sastra Arab untuk menunjukkan betapa ma’shum (terjaga) dan indahnya beliau, bersih dari segala aib fisik maupun batin.

Lirik dan Terjemahan Qasidah Qoro’na Fi Dhuha

Berikut adalah bait-bait indah yang dilantunkan, beserta terjemahannya untuk kita resapi maknanya:

قَرَأْنَا فِي الضُّحَى وَلَسَوْفَ يُعْطِيْك

Qara’na fid-dhuha wa lasaufa yu’thik
(Telah kami baca di Surah Ad-Dhuha: “Dan kelak Tuhanmu akan memberimu karunia”)

فَسَــــرَّ قُـــلُوْبـَـنَا ذَاكَ العـَـطَاءُ

Fasarra qulubana dzakal ‘atha’u
(Maka gembiralah hati kami dengan pemberian/karunia tersebut)

وَأحْــسَنُ مِنْكَ لـَمْ تـَرَ قـطُّ عَـيْنِي

Wa ahsanu minka lam tara qaththu ‘aini
(Dan yang lebih baik darimu, belum pernah sama sekali mataku melihatnya)

وَأجْـمَلُ مِـنْكَ لَـمْ تَلِدِ النِّسَـــاءُ

Wa ajmalu minka lam talidin-nisa’u
(Dan yang lebih indah darimu, belum pernah dilahirkan oleh wanita manapun)

حَاشَـــاكَ يَا رَسُــــوْلَ اللهِ تـَــرْضَى

Hashaka ya Rasulallahi tardha
(Mustahil bagimu wahai Rasulullah untuk rela/puas)

وَفِـــــيْنَا مَـنْ يُعَــذَّبُ أوْ يُسَــاءُ

Wa fina man yu’adz-dzabu au yusa’u
(Sedangkan di antara kami masih ada yang disiksa atau disengsarakan)

خُــــــلِقْتَ مُـــبَرَّءًا مِــنْ كُلِّ عَيْبٍ

Khuliqta mubarra-an min kulli ‘aibin
(Engkau diciptakan suci/bebas dari segala aib dan kekurangan)

كَأنَّــكَ قَدْ خُلِـقْتَ كَــمَا تَشَـــاءُ

Ka-annaka qad khuliqta kama tasya’u
(Seolah-olah engkau diciptakan sebagaimana kehendakmu sendiri)

نـَـــــِبيٌّ هـَـــاشِــمِيٌّ أبـْـطَاحِيٌّ

Nabiyyun Hashimiyyun Abthahiyyun
(Seorang Nabi dari Bani Hasyim, dari lembah Batha [Makkah])

شَـــمَائِلُهُ السَّـــمَاحَةُ وَالـْـوَفَاءُ

Syama’iluhus-samahatu wal-wafa’u
(Yang budi pekertinya adalah kemurahan hati dan kesetiaan)

Semoga lantunan ini menambah rindu kita kepada Sang Kekasih ﷺ.

Wallahu a’lam bishawab.

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar