Mukernas II Rabithah Alawiyah di Semarang: Fokus Kemaslahatan Umat

Laporan resmi Mukernas II Rabithah Alawiyah di Semarang, menegaskan kembali fokus utama organisasi pada pembangunan kemaslahatan dan persatuan umat Islam.

Nabawi TV
4 Menit Bacaan

Kota Semarang, Jawa Tengah, baru saja menjadi saksi sejarah perjalanan organisasi para Habaib di Indonesia. Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Rabithah Alawiyah tahun 2025 telah sukses diselenggarakan dengan membawa semangat persatuan yang kental.

Bukan sekadar rutinitas organisasi, perhelatan ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi langkah sekaligus menata masa depan. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf, Rabithah Alawiyah kembali menegaskan komitmennya: hadir bukan untuk satu golongan saja, melainkan sebagai pelayan bagi seluruh umat Nabi Muhammad ﷺ.

Bukan Eksklusif, Tapi Inklusif

Salah satu poin paling menyentuh yang digaungkan dalam Mukernas ini adalah penegasan tentang visi organisasi. Rabithah Alawiyah menolak menjadi organisasi yang eksklusif hanya untuk kalangan Alawiyyin (keturunan Nabi).

Sejalan dengan tema yang diusung, yaitu “Melanjutkan Perjuangan Salafus Saleh untuk Kemaslahatan Umat”, organisasi ini ingin memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas.

Sesungguhnya kita bukan hanya sekedar untuk berbuat baik kepada golongan, tetapi kita harus berbuat baik kepada seluruh umat Nabi kita adalah satu, agama kita adalah satu.
– Pernyataan dalam Mukernas II

Pesan ini menjadi penyejuk di tengah dinamika sosial yang kerap terkotak-kotak, mengingatkan kita bahwa persaudaraan Islam (Ukhuwah Islamiyah) berada di atas segalanya.

Mukernas II di Semarang ini merupakan mandat konstitusional organisasi. Sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), kepengurusan periode 5 tahun diwajibkan menggelar dua kali musyawarah kerja nasional.

Setelah sukses menggelar Mukernas I di Kota Pasuruan pada tahun 2023, Mukernas II tahun 2025 ini menjadi penutup masa khidmat kepengurusan Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf. Ini adalah fase “final check” untuk memastikan semua janji kerja tertunaikan.

Tujuan utamanya sangat strategis: mengonsolidasi laporan dari tingkat pusat (DPP), wilayah (DPW), hingga cabang (DPC). Ini adalah momen “raportan” yang jujur dan transparan.

Kita evaluasi mana program kerja yang sudah terlaksana, sedang terlaksana, dan belum terlaksana… Sehingga kita berharap pada akhir masa khidmat Ketua Umum Rabithah periode sekarang, Ustaz Taufik, seluruh program kerja yang sudah dicetuskan 5 tahun yang lalu itu sudah terlaksana. Tidak ada lagi yang bernama PR.

Sinergi dengan Pemerintah

Kehadiran Ketua MPR RI, Bapak H. Ahmad Muzani, dalam pembukaan acara ini menjadi sinyal positif harmonisnya hubungan Rabithah Alawiyah dengan negara.

Rabithah Alawiyah membuktikan diri sebagai organisasi yang rahmatan lil alamin, tidak pernah berbenturan dengan pemerintah maupun organisasi lain, melainkan selalu mengedepankan adab dan persatuan. Pengakuan dari pejabat tinggi negara ini menjadi prestasi tersendiri yang membanggakan, membuktikan bahwa kontribusi para Habaib dalam menjaga keutuhan NKRI sangat dihargai.

Spirit Musyawarah: Menghindari Penyesalan

Menutup laporannya, panitia mengutip sebuah hadis Nabi ﷺ yang sangat relevan bagi setiap organisasi: “Tidak akan rugi orang yang beristikharah, dan tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah.”

Mukernas ini adalah implementasi dari semangat musyawarah tersebut. Dengan menyatukan langkah dan pikiran, Rabithah Alawiyah optimis menyongsong masa depan, memastikan setiap gerak langkahnya bernilai ibadah dan membawa manfaat nyata bagi umat dan bangsa.

Semoga hasil dari Mukernas II ini membawa keberkahan yang meluas, menjadikan Rabithah Alawiyah semakin bercahaya dalam menebar kebaikan di bumi Nusantara.

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar