NABAWI TV – Masjid Istiqlal, Jakarta, kembali menjadi saksi persatuan umat. Dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ yang diselenggarakan oleh Majelis Rasulullah SAW, masjid nasional ini berhasil menghimpun berbagai komponen bangsa—mulai dari Habaib, Ulama, hingga tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat negara—dalam satu ikatan Kalimatun Sawa.
“Masjid Istiqlal ini berhasil menyatukan komponen-komponen umat dan warga bangsa menjadi satu kesatuan,” ujar salah seorang tokoh, menyoroti fungsi masjid sebagai tempat yang mampu meredam konflik pasca perbedaan pendapat dalam pemilihan umum [00:36].
Begitu keluar dari Masjid Istiqlal, plong seperti tidak pernah terjadi apapun. Kenapa? Karena disatukan oleh kalimatun sawa (persamaan kata): Asyhadu an lā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muḥammadar rasūlullāh.
— Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA [00:54]
Acara ini dihadiri oleh Dewan Syura, Dewan Guru Majelis Rasulullah SAW, para Menteri, dan tamu kehormatan seperti Gus Baha yang hadir dari jauh untuk memberikan nasihat [05:12, 05:32].
Inti Isra’ Mi’raj Adalah Salat
Intipati (inti sari) dari peringatan Isra’ Mi’raj di bulan Rajab adalah penerimaan syariat salat dari Allah ﷻ secara langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ. Oleh karena itu, salat adalah rukun Islam kedua yang wajib ditekankan.
Ustaz Hasan Saifful Rijal dari Majelis Rasulullah SAW cabang Singapura mengajak jemaah untuk memperbaiki kualitas salat mereka:
Intipati daripada Isra’ Mi’raj Nabi ﷺ adalah syariatnya Allah ﷻ, rukun Islam yang kedua yang diterima oleh Nabi ﷺ langsung dari Allah ﷻ, iaitu salat. Oleh yang demikian, perbanyaklah salat.
— Ustaz Hasan Saifful Rijal [02:24,02:44]
Beliau menekankan pentingnya melaksanakan salat fardhu (Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya’) di awal waktu, dengan wudu yang sempurna, rukun yang benar, dan sebisa mungkin dilaksanakan secara berjemaah [02:52]. Salat harus diisi dengan khusyuk kepada Allah ﷻ, sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an: Qad aflaḥal mu’minūn, allazīna hum fī ṣalātihim khāshi’ūn (Sungguh telah beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam salatnya) [04:10].
Mempersiapkan Diri Sambut Ramadan
Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi di bulan Rajab, yang merupakan pintu gerbang spiritual menuju bulan suci Ramadan.
Habib [06:49] mengingatkan bahwa bulan Rajab adalah bulan yang agung, salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah ﷻ, dan merupakan bulan ampunan. Rajab dan Sya’ban harus dimanfaatkan untuk membersihkan diri dari dosa dan mempersiapkan mentalitas ibadah.
Bulan Rajab adalah salah satu gerbang daripada bulan Ramadan agar kita memperbaiki amal kita, kehidupan kita. Mulailah dari bulan Rajab, maka Ramadan kita juga akan diperbaiki oleh Allah ﷻ. [07:29,07:37]
Untuk meraih semangat ibadah maksimal di Ramadan, umat dianjurkan untuk:
- Meningkatkan semangat di bulan Rajab [07:49].
- Mulai mengkhatamkan Al-Qur’an sejak bulan Rajab [07:53].
- Memulai kebiasaan salat malam (salat Witir, Tahajud) dari bulan Rajab, agar dapat menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah [07:56, 08:02].
Masjid Istiqlal dan Majelis Rasulullah SAW melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini berfungsi untuk melembutkan jiwa yang keras, meluruskan pikiran yang bengkok, dan menuju sebuah visi kejayaan bangsa [01:16].
Wallahu a’lam bishawab.

