Kunci Taqwa: Puasa Solusi Tuntas Semua Masalah Hidup

Habib Abdurrahman Assegaf jelaskan tujuan puasa adalah taqwa. Siapa yang bertakwa, Allah jamin jalan keluar dari masalah rezeki, rumah tangga, dan kesulitan lainnya.

Nabawi TV
2 Menit Bacaan

NABAWI TV – Dalam kajian di Rubath Nurul Fajri 2025, Habib Abdurrahman Assegaf menegaskan kembali tujuan utama dari ibadah puasa Ramadan, yaitu mencapai derajat ketakwaan (taqwa). Beliau mengingatkan bahwa Allah ﷻ mewajibkan puasa bukan dengan janji rezeki atau kesembuhan, melainkan dengan janji ketakwaan.

Tujuan puasa apa di ayat ini? Di akhir dengan kalimat la’allakum tattaqūn [00:47] Agar kalian menjadi orang yang bertakwa.
Habib Abdurrahman Assegaf [00:47]

Habib Abdurrahman menjelaskan bahwa janji takwa ini secara otomatis mencakup janji rezeki dan solusi masalah. Beliau mengutip Surah At-Talaq ayat 2-3:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya (2). Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. [01:38]

Artinya, bagi yang bertakwa, semua masalah rumah tangga, urusan perusahaan, hingga kesulitan rezeki akan diselesaikan langsung oleh Allah ﷻ [02:19].

Taqwa: Gaya Hidup Ramadan

Habib Abdurrahman merangkum definisi taqwa, antara lain:

  • Ali bin Abi Thalib: Takut kepada Allah, yang berarti mendekat kepada-Nya, bukan menjauh [05:06].
  • Umar bin Khattab: Al-Ikhtiyar (berhati-hati) dalam hidup, seperti berjalan nyeker di atas duri [06:01].

Beliau menegaskan, gaya hidup orang yang bertakwa (style orang bertakwa) sesungguhnya telah dicontohkan selama bulan Ramadan [08:25]. Ciri-ciri tersebut meliputi:

  • Menanti Waktu Salat: Selalu girang ketika waktu salat tiba, bukan sebaliknya [11:15].
  • Qiyamulail: Selalu menghidupkan malam, sebab tidak ada seorang pun Wali Allah tanpa Qiyamulail [13:23, 14:02].
  • Membaca Al-Qur’an: Mengisi waktu dengan Al-Qur’an, meneladani Imam Syafi’i yang mengkhatamkan 60 kali di bulan Ramadan [21:15].
  • Meningkatkan Sedekah: Mencontoh Rasulullah ﷺ yang kedermawanannya meningkat saat Ramadan [29:12].

Di akhir ceramah, Habib Abdurrahman Assegaf mengingatkan pesan ulama: “Kun rabbaniyyah wa la takun ramadhaniyyah” [38:29]. Jadilah hamba Allah ﷻ, dan jangan menjadi hamba Ramadan.

Ramadan boleh pergi, tapi ketakwaan tidak boleh pergi dari kehidupan kita. [41:16]

Wallahu a’lam bishawab.

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar