NABAWI TV – Di antara deretan nama Auliya’ dan ulama Nusantara yang cahayanya tak pernah padam, nama Syaikhona Kholil bin Abdul Latif Al-Bangkalani—atau yang akrab disapa Mbah Kholil—adalah salah satu yang paling agung. Beliau adalah mata air ilmu yang darinya mengalir sungai-sungai ulama besar di seluruh pelosok negeri.
Untuk mengenang warisan ilmu dan perjuangan beliau, pada tanggal 12 Syawal 1446 H atau 11 April 2025 M, diselenggarakanlah Haul Akbar 1 Abad (100 tahun) wafatnya Mbah Kholil di komplek pesarean beliau, Bangkalan, Madura. Acara ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum penting untuk menanamkan kembali teladan beliau sebagai seorang waliyullah, pendidik, pejuang, dan pemikir umat [03:55].
Syaikhona Kholil: Ahli Ilmu Sejati Hingga Akhir Hayat
Keteladanan utama yang diwariskan oleh Mbah Kholil adalah dedikasinya yang total terhadap ilmu. Beliau tidak pernah menganggap ilmu sebagai tujuan akhir, melainkan jalan hidup yang harus diamalkan hingga akhir hayat.
Sebagaimana disampaikan oleh salah satu pengisi acara, sosok Mbah Kholil adalah:
Ahli ilmu sejati, hidupnya didedikasikan buat ilmu agama. Belajar berpuluh-puluh tahun, lalu sesudah itu mengamalkan ilmunya juga berpuluh-puluh tahun, ila akhiri hayatihi sampai wafatnya.
— KH. Zulfa Musthofa [01:06]
Dedikasi tak kenal lelah ini menjadi kunci, yang kemudian diiringi dengan anugerah Allah ﷻ berupa karamah, yaitu kemampuan untuk melahirkan generasi penerus yang cemerlang. Seluruh rangkaian acara haul, mulai dari seminar ilmiah di pagi hari yang membahas biografi dan penerapan ilmu beliau [00:33], hingga pembacaan Ratib Syaikhona Kholil setelah Maghrib [02:15], semuanya bertujuan memotivasi umat untuk selalu berpedoman kepada pemikiran para ulama [03:07].
Karomah Intelektual: Melahirkan Ratusan Ulama Besar
Apabila berbicara tentang Mbah Kholil, karamahnya yang paling nyata bukanlah hal-hal supranatural, melainkan kontribusi beliau di bidang pendidikan dan sanad keilmuan.
- Murid Utama Syekh Nawawi: Mbah Kholil adalah murid utama dari Syekh Nawawi Al-Bantani, seorang ulama Indonesia yang dijuluki Sayyidul Ulama Al-Hijaz [01:41]. Syekh Nawawi mendoktrinasi para ulama Indonesia dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah melalui kitab-kitabnya yang menjadi buku pelajaran resmi di pesantren. Mbah Kholil menjadi pewaris utama sanad keilmuan ini.
- Guru dari Para Pendiri Bangsa: Karamah terbesar beliau adalah melahirkan murid-murid yang kemudian menjadi ulama dan tokoh pergerakan nasional yang sangat berpengaruh, termasuk para pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia.
“Seluruh murid-muridnya menjadi ulama besar, kemudian masyarakat Madura, Jawa, dan Indonesia pada umumnya menjadi mengenal paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah lewat beliau.” — KH. Zulfa Musthofa [01:28]
Meneladani Perhatian Beliau Terhadap Pendidikan Anak
Salah satu warisan pemikiran Mbah Kholil yang sangat relevan untuk konteks zaman ini adalah perhatian beliau terhadap pendidikan anak-anak dan generasi penerus.
Perhatian ini diabadikan dalam salah satu karya monumental beliau: Kitab Ta’limus Sibyan.
Ta’limus Sibyan adalah kitab yang saya kira mengumpulkan banyak teori-teori bagaimana parenting, bagaimana kita mendidik anak-anak kita, sehingga ilmu Syaikhona Kholil ini dipersembahkan untuk generasi penerus kita.
— KHR. Nasih Aschal [03:22]
Pentingnya kitab ini disoroti saat Launching Kitab yang menjadi salah satu agenda utama haul, dan dihadiri oleh tokoh nasional seperti mantan Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin serta ulama lainnya [02:42]. Hal ini menunjukkan bahwa spirit pendidikan yang diwariskan Mbah Kholil melalui karyanya ini wajib dikaji dan diterapkan kembali oleh setiap orang tua dan pendidik di Indonesia.
Memperkuat Pondasi Aswaja dan Kebangsaan
Rangkaian acara Haul 1 Abad Mbah Kholil ini tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga berdimensi intelektual dan kebangsaan. Tujuan utamanya adalah menegaskan kembali dua hal:
- Kemurnian Akidah: Memastikan akidah Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat dan toleran terus mengakar di tengah masyarakat Indonesia [01:35].
- Motivasi Pembangun Umat: Membangkitkan motivasi agar umat termotivasi melahirkan ulama-ulama baru yang memiliki dedikasi dan kontribusi seperti Mbah Kholil.
Haul satu abad ini kita harapkan orang juga akan semakin penasaran, bagaimana sih sebenarnya ilmu Syaikhona Muhammad Kholil, bagaimana sih sebenarnya trik-trik Syaikhona Kholil dalam mengajarkan umat.
— KHR. Nasih Aschal [04:11]
Syaikhona Kholil bukanlah sekadar makam yang diziarahi, tetapi adalah sebuah kurikulum berjalan. Haul ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kemuliaan abadi seorang alim terletak pada ilmu yang didedikasikan, amal yang diamalkan, dan murid yang melestarikannya. Semoga berkah dari Haul 1 Abad ini melahirkan Syaikhona Kholil yang baru di setiap generasi.
Wallahu a’lam bishawab.

