NABAWI TV – Kapan pertolongan Allah datang? Seringkali kita menginginkan hasil instan, melupakan bahwa Allah bekerja melalui sistem sebab-akibat yang rapi.
Habib Muhsin Idrus Alhamid mengingatkan kita tentang mekanisme langit ini:
“Pertolongan Allah itu pasti tiba. Tiba dengan cara Allah. Bukan seperti membalikkan telapak tangan, melainkan ada sebab akibatnya. Ada kejadian dan sunnah kehidupan. Ada yang cepat ada yang lambat. Percayalah, Allah mendengar dan melihat. Ada rahasia Allah dalam setiap kejadian.
Manusia wajib ikhtiar, berusaha, sedangkan yang terjadi adalah yang Allah kehendaki. Manusia harus rela dan bersyukur. Itu pasti yang terbaik.”
Sunnatullah dan Kualitas Ikhtiar
Habib Muhsin menekankan bahwa pertolongan Allah berjalan di atas rel sunnatullah (hukum alam). Tidak selalu “bim salabim”, melainkan melalui proses pematangan jiwa. Tugas manusia adalah menyempurnakan ikhtiar, sedangkan hasil akhir adalah hak prerogatif Allah yang pasti mengandung hikmah terbaik.
Allah SWT mengingatkan kita untuk mempercayai pilihan-Nya:
وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” —QS. Al-Baqarah: 216
Wallahu a’lam bishawab.

