NABAWI TV – Jalan cinta Ilahi bukanlah jalan yang selalu bertabur bunga. Seringkali, ia adalah jalan terjal yang menuntut pembuktian kesungguhan seorang hamba.
Habib Muhsin Idrus Alhamid mengingatkan tentang korelasi antara kedekatan dan ujian:
“Keinginanmu untuk mendekati Allah, keinginanmu untuk dicintai Allah, pasti akan diuji. Makin dekat kepada Allah, makin besar pula ujian yang engkau hadapi.
Namun, yakinlah bahwa Allah tidak menguji, kecuali engkau mampu melewatinya. Karena itu, perbesarlah kesabaran. Jangan ragu, Allah sebaik-baik harapanmu.”
Ujian Sesuai Kapasitas
Habib Muhsin menegaskan hukum spiritual: semakin tinggi derajat kedekatan, semakin besar gelombang ujian. Namun, ujian ini bukanlah tanda murka, melainkan “sertifikasi” keimanan. Kuncinya adalah keyakinan bahwa kapasitas bahu kita telah diukur presisi oleh Allah sesuai beban yang dipikul.
Allah SWT menjamin batas kemampuan hamba-Nya:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” —QS. Al-Baqarah: 286
Wallahu a’lam bishawab.

