NABAWI TV – Ketenangan hati adalah barometer kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya. Seringkali, kegelisahan muncul bukan karena beratnya beban, melainkan karena besarnya hawa nafsu yang membakar dada.
Habib Muhsin Idrus Alhamid memberikan indikator indah mengenai datangnya hidayah dan ilham:
“Akan datang petunjuk Allah. Akan datang ilham tanpa kita duga. Allah akan memilihkan jalan takdir terlurus, yang termudah. Apa tanda-tandanya? Tandanya yang pertama, kita melupakan segala kesulitan.
Teruslah mendekati Allah. Padamkan hawa yang tersisa di dada. Hawa itu seperti api yang membara. Petunjuk Allah adalah cahaya yang memadamkan api. Seseorang yang dekat dengan Allah seperti disirami embun pagi.”
Cahaya yang Memadamkan Api
Habib Muhsin menganalogikan “Hawa” (hawa nafsu/keakuan) sebagai api yang panas dan merusak. Kedekatan dengan Allah adalah satu-satunya “embun” yang mampu mendinginkannya. Tanda hadirnya petunjuk bukanlah hilangnya masalah dari hidup kita, melainkan lapangnya hati sehingga kesulitan terasa kecil dan terlupakan di hadapan kebesaran-Nya.
Allah SWT menjanjikan kemudahan bagi hamba yang bertaqwa:
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى
“Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” —QS. Al-Layl: 7
Wallahu a’lam bishawab.

