NABAWI TV – Eksistensi manusia di muka bumi bukanlah kebetulan tanpa arah. Ada misi agung yang dibebankan Sang Pencipta kepada hamba-Nya, sebuah tujuan yang seringkali terlupakan di tengah hiruk-pikuk dunia.
Habib Muhsin Idrus Alhamid mengingatkan kembali pada definisi fundamental kehidupan ini:
“Tiadalah Allah menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah atau menyembah-Nya. Itulah keinginan Allah.
Untuk apa? Allah menciptakan makhluk untuk mengenalkan diri-Nya.”
Ibadah dan Ma’rifatullah
Habib Muhsin menggarisbawahi bahwa ibadah adalah jalan menuju pengenalan (ma’rifat). Sebagian ulama tafsir, seperti Ibnu Abbas r.a., menafsirkan kata “menyembah-Ku” dalam ayat tentang penciptaan sebagai “mengenal-Ku”. Maka, puncak dari ibadah adalah terbukanya hijab hati untuk mengenal keagungan Allah SWT.
Hal ini termaktub jelas dalam firman-Nya:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” —QS. Adz-Dzariyat: 56
Wallahu a’lam bishawab.

