#13 Status WA Habib Muhsin: Hakikat Umur Manusia yang Sebenarnya

Momen intim bersama Sang Pencipta adalah sejatinya kehidupan.

Nabawi TV
1 Menit Bacaan

NABAWI TV – Kualitas kehidupan seorang hamba sejatinya tidak diukur dari panjangnya usia biologis, melainkan seberapa sering hati hadir sepenuhnya bersama Allah SWT. Habib Muhsin Idrus Alhamid memberikan nasihat berharga tentang esensi khalwat (menyepikan hati dari selain Allah) di tengah keramaian dunia.

“Kalau engkau ingin duduk bersama Allah, singkirkan semua yang ada di sekelilingmu. Allah dekat kepadamu, menatap kalbumu, hadir bersamamu.

Biarkan kalbumu memuji-Nya. Jangan biarkan muncul angan-angan dan perantara apa saja. Hanya engkau dan Allah. Itulah sebenarnya umurmu saat bersama-Nya.”

Menghadirkan Allah dalam Kalbu

Eksistensi manusia menjadi bermakna ketika ia memutus ketergantungan pada makhluk dan menyadari pengawasan Ilahi (muraqabah). Allah SWT menegaskan kedekatan-Nya dengan hamba dalam Al-Qur’an:

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” —QS. Qaf: 16

Momen hening tanpa perantara inilah yang disebut sebagai “umur yang sebenarnya,” saat hamba larut dalam munajat dan kedekatan hakiki dengan Sang Pencipta.

Wallahu a’lam bishawab.

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar